Paul optimistis seluruh proses pembenaman pipa dapat diselesaikan pada September 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelanjutan program tersebut. Meski sebagian besar warga di kampung sasaran merupakan orang tua, masyarakat tetap terlibat membantu pekerjaan di lapangan.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lewokoba, pengembangan jaringan tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Nuba Atalojo dan Desa Atakore.
Sebelumnya, uji coba jaringan pada 31 Agustus 2026 berhasil mengalirkan air hingga Lewokoba. Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting dalam perluasan jaringan air bersih dari sumber mata air Wai Wu menuju wilayah Desa Atakore.
Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, sebelumnya menyampaikan bahwa masuknya air bersih ke wilayah mereka menjadi hal yang sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” kata Agus.
Hal senada disampaikan Petrus Bala Wukak, salah satu warga Lewokoba. Ia mengenang kondisi masyarakat sebelum jaringan air tersedia, ketika warga harus mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu kami susah sekali mendapatkan air karena harus menunggu air hujan. Saya benar-benar merasakan masa-masa itu. Sekarang air sudah sampai di sini dan mengalir deras sekali. Kami sangat bersyukur,” ujar Petrus.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pengembangan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











