Jalur Ruteng–Reo Dibersihkan, Pemkab Manggarai Mulai Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Gempa

Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi beras, air minum, mi instan, telur, obat-obatan, tenda, terpal, profil tank atau tempat penampungan air, tikar, selimut, jaringan komunikasi/Starlink, genset, tenaga medis, serta peralatan dapur umum.

4.649 Jiwa Mengungsi

Laporan sementara menunjukkan dampak gempa terhadap masyarakat cukup signifikan. Hingga saat ini tercatat 25 orang meninggal dunia, 31 orang mengalami luka berat, dan 88 orang mengalami luka ringan.

Sementara itu, data sementara pengungsian mencatat 4.649 jiwa, yang terdiri atas masyarakat terdampak serta pasien fasilitas kesehatan. Rinciannya meliputi:

1. Barangkolong, Golo Sita, dan Tengku Romot, Kecamatan Reok: 2.500 jiwa.

2. Lapangan Bea Waja Pagal, Kecamatan Cibal: 80 jiwa.

3. Pesantren, Kecamatan Reok: 250 jiwa.

4. Bangka Jong, Kecamatan Wae Ri’i: 104 jiwa.

5. Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i: 315 jiwa.

6. Posko Gencor, Desa Urang, Kecamatan Lelak: 404 jiwa.

7. Posko Lehot, Desa Ndiwar, Kecamatan Lelak: 160 jiwa.

8. Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat: 780 jiwa.

9. RS St. Rafael Cancar, Kecamatan Ruteng: 15 jiwa.

10. RSUD Ruteng, Kecamatan Langke Rembong: 150 jiwa.

11. Puskesmas Reo, Kecamatan Reok: 63 jiwa.

12. Puskesmas Pagal, Kecamatan Cibal: 10 jiwa, termasuk 2 ibu hamil.

Selain pengungsian terpusat, terdapat pula pengungsian mandiri di seluruh kecamatan. Pendataan terhadap warga yang mengungsi secara mandiri masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi dan kebutuhan secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Manggarai terus melakukan pendataan dan pemantauan guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk pelayanan kesehatan, penyediaan makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan mendesak lainnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel