Melalui kerja sama penyediaan bahan baku dan pelibatan mereka dalam rantai usaha pupuk organik, Boni ingin membuka ruang penghidupan yang lebih adil. Baginya, usaha adalah alat untuk saling menopang, saling menolong, saling peduli—bukan untuk meninggalkan yang tertinggal atau tidak ada yang tertinggal dalam jalan bersama (sinodal).
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Ayo Indonesia mendorong Boni bergabung dengan KSP CU Florette. Lembaga keuangan yang berlandaskan asas kekeluargaan ini menyambut Boni dengan baik dan menyediakan pinjaman modal usaha. Dengan dukungan modal tersebut, Boni dapat menambah jumlah ternak sebagai sumber bahan baku pupuk.
Pendampingan Ayo Indonesia tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan. Boni terus diajarkan pentingnya menabung dari sebagian hasil usahanya demi masa depan dirinya dan keluarga. Setiap bulan, ia secara rutin menyisihkan penghasilan untuk ditabung di KSP CU Florette.
Ayo Indonesia juga berperan aktif dalam mempromosikan pupuk organik karbon produksi Boni. Upaya tersebut membuahkan hasil yang signifikan. Pada periode November hingga minggu pertama Desember, Boni berhasil menjual sebanyak 135 karung pupuk organik karbon dengan harga Rp50.000 per karung, sehingga memperoleh omzet sebesar Rp6.750.000.
Ayo Indonesia juga berperan aktif dalam mempromosikan pupuk organik karbon produksi Boni. Hasilnya cukup signifikan. Pada bulan Nopember hingga Minggu pertama Desember Boni telah menjual 135 karung pupuk organik karbon dengan harga Rp50.000 per karung, atau setara dengan omzet Rp6.750.000.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







