Dia lebih lanjut mengonfirmasi tentang statusnya yang kini menjadi mualaf.
“Karena alasan inilah para mualaf sering tidak berbicara banyak tentang ‘konversi’ seperti mereka berbicara tentang ‘kembali’ ke Islam—keyakinan primordial kita. Sebuah proses panjang untuk Kembali,” tulis dia dalam blognya.
Menanggapi entri blog tersebut, sebuah artikel baru-baru ini oleh Catholic.com berjudul “Sad Journey of the ‘Muslim Priest”. Dalam artokel itu menyebutkan bahwa berita tentang penerimaan mantan pendeta itu terhadap Islam juga mendapat reaksi beragam di media sosial. Di mana umat Islam menyambutnya dan beberapa orang Kristen menghakiminya karena “apostatising”.***
Sumber: Sindonews
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan