Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto Luluskan Doktor Baru, Bahas Evolusi Moderasi Beragama dalam Tafsir Al-Qur’an

UIN Saizu Purwokerto

Purwokerto, infopertama.com – Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menambah daftar doktor baru. Muh. Luqman Arifin, dosen Universitas Peradaban Brebes, dinyatakan lulus usai mempertahankan disertasi pada ujian promosi doktor Program Studi Islam, Rabu 24 Juni 2026.

Ujian berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB di Ruang Ujian Doktor, Gedung Pascasarjana UIN Saizu lantai 1. Disertasi berjudul “Moderasi Beragama dalam Tafsir Al-Qur’an: Studi Komparatif atas Mafātīḥ al-Ghaib, Fath al-Qadir, dan Tafsir Moderasi Islam” dibimbing Prof. Dr. Phil. Nurkholis Setiawan, M.A. dan Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag.

Dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Ridwan, M.Ag., Dr. Novan Ardi Wiyani, M.Pd.I., Dr. Munawir, M.Si., Prof. Dr. Suparjo, M.A., Prof. Dr. Naqiyah, M.Ag., dan Dr. Dwi Ratnasari, S.Ag.,M.Ag. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam penelitiannya, Luqman menggunakan pendekatan komparatif-historis sosiologis terhadap 3 kitab tafsir dari 3 era berbeda. Yakni Mafātīḥ al-Ghaib karya Fakhr al-Din al-Rāzī mewakili era klasik, Fath al-Qadir karya Muhammad al-Syaukānī era pertengahan, dan Tafsir Kementerian Agama RI era modern.

Hasil studi menunjukkan konsep wasathiyyah atau moderasi beragama tidak statis, melainkan kerangka hermeneutis dinamis yang bertransformasi sesuai tantangan zaman.

“Pada era klasik, wasathiyyah menekankan keseimbangan epistemologis antara akal dan teks untuk menjaga stabilitas teologis. Era pertengahan berkembang menjadi semangat reformasi fikih guna memoderasi fanatisme mazhab dan taklid. Sementara era modern menjelma kerangka sosiologis-kebangsaan yang diwujudkan melalui Program Moderasi Beragama sebagai instrumen etis mengelola pluralitas dan memperkuat kohesi bangsa,” jelas Luqman.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel