“Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena bisa dapat susu dan bermain. Setelah minum susu, saya merasa sehat, segar, dan pintar,” ujarnya polos dan penuh semangat.
Dosen dan Mahasiswa Terlibat Langsung di Lapangan
Selain memberikan edukasi kepada anak-anak, para dosen juga membagi diri dalam lima kelompok pendampingan peternak untuk berdiskusi langsung dengan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun hubungan dan pemberdayaan warga sekitar.
Ketua Program Studi Peternakan, Maria Tarsisia Luju, S.Pt., M.Pt., menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan ini akan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa para dosen dan mahasiswa peternakan akan terus mendampingi dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dari susu bergizi.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya berhenti di sini. Kami ingin terus hadir dalam pendampingan dan edukasi bagi masyarakat Watu Alo ke depannya,” ungkapnya dalam sambutannya di dua lokasi kegiatan.
Apresiasi dari Masyarakat, Pihak Sekolah, dan Gereja
Kegiatan ini mendapat apresiasi luas. Ketua Stasi Watu Alo, Rofinus Laju, menyebut kegiatan ini sebagai langkah inspiratif.
“Ini awal yang baik untuk meningkatkan konsumsi susu anak-anak kami,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDI Watu Alo, Silvester Hirun, S.Pd., mengungkapkan rasa kebahagiaanya dan bangga atas kehadiran para dosen Peternakan Unika St. Paulus Ruteng.
“Ini pertama kalinya sekolah kami jadi bagian dari peringatan Hari Susu Nusantara. Semoga setelah ini anak-anak lebih semangat minum susu agar prestasinya meningkat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Pastor paroki St. Fransiskus Asisi Karot, pater Bonivantura Y. Lelo, OFM mengapresiasi kegiatan yang terselenggara di wilayah pastoralnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






