Dia akhirnya melaporkan pelecehan seksual yang ia dapat ke otoritas Gereja namun laporannya itu tak mendapat respon. Uskup yang bertanggung jawab tidak melakukan apa pun selain menyampaikan keluhannya ke Vatikan, dan belum ada tanggapan. Tiga tahun kemudian, Alexandra menemukan di komisi independen dan dukungan psikologis yang ia butuhkan.
Pada April tahun lalu, Manuel Clemente, Kardinal Patriark Lisbon dan wali tertinggi di Portugal, mengatakan dia siap untuk mengakui kesalahan masa lalu dan meminta pengampunan para korban.
“Uskup meminta maaf tidak berarti apa-apa bagi saya. Kami tidak tahu apakah mereka bersungguh-sungguh,” ujar Alexandra. Dia mengatakan muak dengan Gereja dan menutup-nutupi pelecehan seksualnya.
Uskup Pembantu Lisboa, Americo Aguiar mengatakan Paus Fransiskus, yang akan mengunjungi Lisboa pada Agustus, mungkin bertemu dengan beberapa korban yang diduga mendapatkan pelecehan seksual. Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor di Portugal dan di seluruh dunia yang terungkap mencapai ribuan. Pada 2019, Paus berjanji untuk membasmi pedofilia di dalam Gereja.
Dia berada di bawah tekanan untuk mengatasi skandal tersebut. Penyelidikan sedang berlangsung di beberapa negara, termasuk Australia, Prancis, Jerman, Irlandia, dan Belanda.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan