Denpasar, infopertama.com – Penerbangan JT-810 rute Surabaya – Labuan Bajo yang mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kemarin, Senin (6/2/2023), menurut manajemen Lion Air merupakan keputusan tepat untuk divert (pengalihan pendaratan). Sebab, kondisi cuaca di Bandara Komodo, Labuan Bajo kurang baik.
“Sehingga, mengakibatkan jarak pandang pendek yang tidak memenuhi kualifikasi atau persyaratan untuk operasional penerbangan (lepas landas dan mendarat),” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air melalui keterangan resmi, Selasa (7/2/2023).
Keputusan divert di bandara alternatif, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ini tepat dan sesuai standar operasional prosedur demi mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Operasional Lion Air sudah kembali terbang dari Bali (di hari yang sama) setelah bandar udara tujuan nyatakan aman untuk penerbangan,” imbuh dia.
Pesawat mendarat di Bandara Komodo pukul 13.57 Wita. Sementara itu, penerbangan setelahnya, yakni JT-811 dari Labuan Bajo menuju Surabaya berangkat pukul 14.30 Wita.
“Lion Air berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam menjalankan operasional dan layanan penerbangan,” tutur Danang.
Ketahui, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Hariyanto mengatakan Lion Air JT-810 sudah berada di atas Bandara Komodo pukul 09.25 Wita sebelum memutuskan mengalihkan pendaratan.
Cuaca buruk memaksa pesawat itu mendarat ke Bali. “Karena cuaca hujan lebat tidak bisa landing di Labuan Bajo, dia melakukan pengalihan pendarata ke Denpasar,” imbuhnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











