Mahasiswi perawatan kesehatan dan sosial itu mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi.
Bukan tanpa sebab, karena pada saat itu Nikitta sedang mabuk berat.
“Saya bangun dan merasa sangat linglung, saya tidak menyadari apa yang baru saja terjadi. Saya kembali tidur dan ketika saya bangun saya pikir saya tahu saya harus keluar dari sana, saya merasa sangat tidak aman,” ujarnya.
Hukum 2 Tahun Penjara
Pada Oktober 2022, Huw Thomas, dari Cae Syr Dafydd, Canton, dinyatakan bersalah atas penyerangan dengan pelecehan dan kekerasan seksual.

Dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada November 2022 lalu.
Nikitta menambahkan: “Kisahnya tentang kejadian itu gila, dia (Thomas) bilang aku memanggilnya untuk ke tempat tidur. Itu konyol, saya hampir tidak mengenalnya dan bersama seorang pemuda yang sebenarnya sudah saya sukai.
Meski begitu, kini Nikitta sudah mulai berdamai dengan insiden yang kurang menyenangkan tersebut. Hal ini akan jadi pembelajaraan untuk dirinya di kemudian hari.
“Saya baik-baik saja, saya sudah berdamai dengan itu. Saya tahu keadilan akan menang. Ceritanya sangat konyol. Saya hanya mencoba untuk melanjutkan hidup saya,” tuturnya.
“Saya baru saja kembali ke perguruan tinggi untuk belajar, jadi saya mencari tahu tentang pelecehan. Kemudian saya akan melanjutkan untuk melakukan kursus tiga tahun saya.”
Itu adalah sesuatu yang saya kenal dalam kehidupan dewasa saya.
“Sama seperti orang-orang membantu saya melalui kasus saya, saya ingin melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Nikitta mengatakan dirinya akan membantu orang-orang. Dia tidak ingin kejadian yang dia alami akan menimpa orang lain.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







