Kemampuan literasi digital sangat diperlukan ketika seseorang mulai menulis. Dengan internet, seorang (calon) penulis dapat menelusur sumber-sumber terbaru dan berkualitas untuk mendukung gagasannya.
Pada bagian akhir presentasinya, Pengawas Perkumpulan Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia (Perdikkati) ini mengemukakan upaya-upaya meningkatkan budaya literasi di sekolah, di antaranya adalah lembaga memiliki kebijakan yang mendukung terciptanya budaya literasi dan berkomitmen melaksanakannya; menciptakan lingkungan belajar yang mendukung literasi, seperti kebiasaan membaca, mengadakan event/perlombaan, biasakan menulis jurnal harian dan penugasan-penugasan belajar kepada siswa dalam bentuk narasi; memberikan penghargaan (reward) kepada guru/siswa yang berhasil menerbitkan karya ilmiah.
Pada sesi tanya jawab, Doktor yang pernah menjadi Pengawas Pengajar Kepala Sekolah se-Indonesia ini menseringkan pengalaman menulisnya sejak mahasiswa Sarjana Filsafat di Ledalero Maumere hingga menjadi dosen STKIP (sekarang UNIKA) Santu Paulus Ruteng. Sering pengalamannya menunjukkan bahwa menulis merupakan suatu proses, yang membutuhkan persiapan dan kesabaran. Mari, kita berani memulai, sebab setiap perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama, pungkasnya.**
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







