Kamojang, infopertama.com – Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, pada 21 Agustus 2025. PLTP Kamojang dikenal sebagai pionir pengelolaan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Provinsi NTT didampingi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), serta PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, menilai agenda ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi para legislator untuk melihat langsung bagaimana panas bumi dikelola.
Menurutnya, geothermal tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga memperkuat komitmen pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di NTT, khususnya di Pulau Flores.
“Pembangunan panas bumi memberikan dampak besar bagi masyarakat. Mulai dari kemajuan ekonomi rumah tangga, perekrutan tenaga kerja lokal, pengurangan pengangguran, hingga penyediaan listrik yang ramah lingkungan,” ujar Ana.
Ia menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan terkait geothermal di daerah potensial. Hal ini, katanya, penting agar masyarakat lebih memahami manfaat energi panas bumi dan mengurangi potensi gejolak dalam proses pembangunan.
“Kami berharap ada advokasi lebih intens dari PLN maupun PGE, termasuk melibatkan tokoh agama seperti Bapak Uskup di Flores, agar masyarakat semakin percaya pada manfaat geothermal,” tambahnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







