Diplomasi Pendidikan Indonesia-Ekuador: Unika Ruteng dan UPS Dorong Dialog Antaragama Global

Ia menekankan bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan menanamkan moderasi beragama melalui kebijakan pendidikan.

“Dialog antaragama di Indonesia tumbuh dari kesadaran bahwa keberagaman bukan ancaman, tetapi kekuatan sosial,” ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Serangkaian HUT ke 61 Partai GOLKAR, Kader Muda Putri Nabila Damayanti Ucapkan Selamat

Sebaliknya, Pastor Man-Ging menggambarkan bahwa di Ekuador, pendidikan agama bersifat opsional. Namun, nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi tetap menjadi inti dalam kurikulum.

Ia menilai bahwa Gereja Katolik perlu memimpin upaya pendidikan lintas iman agar masyarakat lebih terbuka terhadap perbedaan.

Suara Bersama untuk Keadilan Sosial

Sesi tanya jawab memperlihatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa kedua negara. Mereka menyoroti isu-isu seperti metode pembelajaran lintas agama, tantangan menghadapi intoleransi, dan pentingnya keadilan sosial dalam pendidikan.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Minta Titipkan THL ke PDAM

Kedua narasumber sepakat bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi harus menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial.

“Keadilan sosial menjadi fondasi bagi dialog antaragama yang sejati,” tutur Dr. Fransiska.

Kolaborasi Lintas Benua

Koordinator Program Magister Pedagogi Pendidikan Agama UPS, Dra. Miriam Gallego, menutup dialog dengan pesan inspiratif. Ia menyebut pertemuan ini sebagai tonggak awal bagi kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Ekuador.

“Forum ini bukan hanya berbagi gagasan, tetapi membangun persahabatan intelektual yang menembus batas negara dan agama,” katanya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel