“Jadi Pak Presiden pun waktu awalnya itu mendorong Pak Erick sebagai salah satu cawapres. Bukan satu-satunya ya, sebagai salah satu cawapres,” ujar Bahlil.
Saat Prabowo malah menyodorkan proposal meminang Gibran sebagai wakilnya, Bahlil mengatakan hal itu ditolak Jokowi.
Dia menjamin majunya Gibran sebagai cawapres bukanlah dorongan dari sang ayah Jokowi. Apalagi sang ibu, yakni Iriana Jokowi.
Bahlil menceritakan saat itu nama Gibran pun dibawa-bawa dalam rapat koalisi penentuan cawapres Prabowo.
Hingga akhirnya, kata dia, Gibran dipilih karena dianggap tidak ada satupun partai koalisi yang menolak ide tersebut.
“Artinya dari semua cawapres yang ada itu, semua partai itu, kalau Gibran itu tidak ada partai yang menolak. Semuanya setuju. Tapi kalau selain dari Mas Gibran, itu pasti ada partai yang mendukung dan menolak. Dengan kata lain, Mas Gibran sebagai cawapres di Koalisi Indonesia Maju ini sebagai perangkat untuk semua partai,” ungkapnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







