Sementara itu, dalam sambutan Menteri HAM, Natalius Pigai, mengungkapkan perasaannya pada saat melakukan kunjungan ke Pagal.
“Jadi saya kaget, apalagi saya dikenakan pakaian adat yang lengkap sebagai orang Manggarai,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Lebih lanjut, Menteri Natalius menerangkan bahwa falsafah hidup orang Manggarai memiliki kemiripan dengan lima sila Pancasila yang mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan musyawarah. Ia juga menyampaikan bahwa lima tungku batu yang berada di rumah Gendang Pagal ini memiliki makna yang sangat dalam.
“Lima tungku batu ini adalah air bening kehidupan, dia tidak pernah membunuh orang, tidak pernah membenci orang. Ia adalah pusat dari kasih sayang, pusat spiritualitas, pusat persatuan, dan itulah Hak Asasi Manusia,”ungkapnya.
Menteri Natalius berharap agar falsafah ini dapat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Manggarai.
Di akhir kegiatan, Menteri Natalius memberikan sertifikat kepada beberapa perwakilan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai, perwakilan Tua Adat, dan perwakilan Yayasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, Para Asisten, Staff Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah, Para Camat, Para Tua Adat di 12 Kecamatan se-Kabupaten Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






