Ruteng, infopertama.com – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengajak para pelajar di Kabupaten Manggarai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui media digital, khususnya media sosial dan permainan daring (game online).
Pesan tersebut disampaikan oleh Ka Tim Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Silvester Guntur, saat memberikan edukasi dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Manggarai, di Area Publik Natas Labar-Motang rua, pada Kamis, (23/07).
Dalam pemaparannya, Silvesteri menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari berbagai ancaman di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan paham radikal kepada anak-anak dan remaja.
“Saat ini hampir seluruh aktivitas dilakukan melalui telepon genggam. Di dalamnya terdapat media sosial dan berbagai permainan daring. Karena itu, anak-anak harus memahami bahwa ruang digital juga memiliki risiko yang perlu diwaspadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu modus yang digunakan kelompok radikal adalah mendekati anak-anak melalui permainan daring populer seperti Free Fire, Mobile Legends, Roblox, dan game lainnya. Pendekatan biasanya diawali dengan ajakan bermain bersama (mabar) untuk membangun kedekatan dan rasa percaya.
Setelah hubungan terjalin, para pelaku mengajak korban bergabung ke dalam grup percakapan di berbagai platform, seperti WhatsApp, Facebook, atau Telegram. Di dalam grup tersebut, mereka perlahan membangun rasa loyalitas sebelum mulai menyebarkan konten yang mengandung paham radikal maupun materi berbahaya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











