Dari Kebun Sayur ke Usaha Bersama: KDD Popo Membangun Kemandirian Ekonomi

“Terima kasih atas kehadiran Pater yang telah memperkuat semangat dan pilihan kami dalam mengusahakan kebun sayur demi kepentingan ekonomi, pemenuhan gizi, dan kohesi sosial. Kami berharap komitmen ini terus berkembang agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, seperti makanan dan pakaian,” tutur Bernadus.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud kemandirian anggota untuk meraih kesejahteraan melalui hasil keringat sendiri.

“Kehadiran Pater memacu kami untuk terus bekerja dan mewujudkan kesejahteraan dengan tangan kami sendiri. Apa yang kami tanam adalah upaya agar dapur kami tetap menyala setiap hari, kini dan di masa depan,” tambahnya.

Pernyataan Bernadus mencerminkan makna ekonomi yang sangat membumi. Bagi KDD Popo, usaha kelompok bukan sekadar angka-angka rupiah yang terkumpul, melainkan jaminan agar kebutuhan dasar harian keluarga terpenuhi, serta terbukanya ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.

Merawat Iman, Memperkuat Kemandirian

Pengalaman KDD Popo membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi adalah proses panjang yang membutuhkan ketekunan. Kegiatan produksi, pemasaran, dan tabungan bersama menjadi fondasi pembentukan modal kolektif, sementara pendampingan dan dukungan sosial menjadi penggerak semangat kelompok.

Perayaan Ekaristi bersama menegaskan kembali bahwa iman harus mewujud dalam tindakan nyata dan solidaritas sosial. Bagi Gereja dan masyarakat, berjalan bersama penyandang disabilitas berarti memberikan ruang yang setara bagi mereka untuk berpartisipasi, mengasah potensi, dan mandiri.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel