Dari Kebun Sayur ke Usaha Bersama: KDD Popo Membangun Kemandirian Ekonomi

Gereja, menurutnya, dipanggil untuk berjalan bersama masyarakat yang rentan. Kehadiran Gereja tidak boleh berhenti pada perayaan ibadat semata, tetapi perlu dilanjutkan melalui kunjungan pastoral, pelibatan aktif dalam kegiatan gerejani, hingga dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi. Pelayanan pastoral idealnya menyentuh seluruh dimensi kehidupan umat, termasuk kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Belajar Mengembangkan Potensi dari Hal Kecil

Memetik pelajaran dari kisah mukjizat penggandaan roti oleh Yesus, Pastor Prian menginspirasi anggota KDD Popo untuk mengenali dan mengoptimalkan potensi yang ada.

Ia mengingatkan bahwa mukjizat besar berawal dari hal yang kecil. Apa yang ada di tangan diterima dengan rasa syukur, lalu dibagikan untuk memberi manfaat bagi banyak orang.

Pesan tersebut mengajak para anggota agar tidak berkecil hati atau meremehkan potensi diri. Setiap kemampuan, sekecil apa pun, dapat berkembang dan berdaya guna jika dijalani dengan rasa syukur, keterbukaan, dan semangat gotong royong.

Pastor Prian juga menekankan pentingnya keterbukaan hati untuk terus belajar dan bertumbuh bersama. Pesan ini selaras dengan prinsip kerja KDD Popo: mengolah sumber daya yang ada dan membangun usaha secara bertahap demi kesejahteraan keluarga.

“Kami Ingin Dapur Tetap Menyala Setiap Hari”

Harapan akan keberlanjutan usaha kelompok disampaikan oleh Bernadus Jetau, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Todo yang kini aktif sebagai anggota KDD Popo.

Dalam acara penyambutan sebelum Misa, Bernadus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pastor Prian yang memberikan penguatan moral bagi kelompok.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel