Di tengah ancaman perubahan iklim yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan dan pendapatan rumah tangga, kegiatan produktif semacam ini menjadi benteng ketangguhan keluarga. Budidaya sayuran, misalnya, mampu menyuplai kebutuhan gizi keluarga sekaligus memberikan penghasilan tambahan.
Meski demikian, keberlanjutan usaha tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan, pengelolaan keuangan yang tertib, perluasan akses pasar, serta dukungan lingkungan sosial. Kemandirian ekonomi bukanlah hasil instan dari satu program bantuan, melainkan proses bertahap yang dibangun melalui keterampilan, kerja sama, dan tata kelola sumber daya yang konsisten.
Ekaristi Meneguhkan Semangat Kebersamaan
Semangat pemberdayaan tersebut kian diteguhkan melalui perayaan Ekaristi bersama KDD Popo pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Misa yang dipimpin oleh Pastor Paroki Todo, Prian Tangur, Pr., menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus memperkokoh solidaritas Gereja terhadap penyandang disabilitas dan keluarga mereka.
Dalam homilinya, Pastor Prian menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian utuh dari kehidupan Gereja. Mereka memiliki martabat, potensi, dan peran yang sama dalam membangun kehidupan bersama.
“Gereja ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengalami kasih Allah. Mereka adalah bagian utuh dari Tubuh Mistik Kristus,” tegas Pastor Prian.
Ia menambahkan bahwa Ekaristi adalah wujud nyata solidaritas Allah kepada manusia. Solidaritas tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, penerimaan, pendampingan, dan aksi nyata.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











