Totok menambahkan, keberhasilan seorang wali kota, bupati, atau gubernur tidak hanya diukur dari capaian pembangunan fisik, tetapi juga dari komitmennya dalam melindungi dan melestarikan kebudayaan daerah.
“Jika suatu daerah didominasi budaya asing, mulai dari makanan hingga pola interaksi sosial, maka budaya lokal bisa hilang dan hanya tersisa kenangan. Di sinilah pers harus hadir sebagai penjaga, pejuang, sekaligus tonggak kebudayaan bangsa,” tegasnya.
Usai kegiatan silaturahmi, PWI Pusat menjadwalkan presentasi Anugerah Seni dan Kebudayaan yang akan diikuti oleh 10 kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia pada Jumat (9/1/2026).
Para peserta terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati. Kegiatan ini menegaskan komitmen PWI Pusat untuk terus menempatkan kebudayaan sebagai roh pembangunan nasional, dengan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga identitas dan keberlanjutan budaya Indonesia
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






