Di hari-hari ini, rumah keluarga kita bakal dikunjungi saudara-saudari seiman. Dipertautan dalam doa rosario bersama. Rumah keluarga tentu menjadi tanda nyata kehadiran Gereja yang berziarah bersama Bunda Maria. Bersyukurlah bahwa rumah keluarga didatangi dan dipenuhi dengan aura kasih dan sukacita. Pun di situlah semakin meneballah keyakinan: Kita tak pernah berjalan sendiri.
Tetapi, mari ringankan hati kita pula untuk melangkah dalam iman menuju rumah saudara-saudari seiman. Tak ada hadiah yang istimewa buat ‘tetangga di sebelah dan di sekitar rumah kita selain kehadiran dan doa-doa kita. Jangan ‘pegang dan sembunyikan rahmat sukacita hanya untuk diri sendiri, tetapi berbagi-bagilah dengan sesama-sesama kita.
Hari penuh ceriah
Kunjungan Maria ke Elizabet, sanaknya, sambil membawa kanak Yesus dalam rahimnya, adalah inspirasi bahwa kita selalu hadir untuk membawa ‘inti dari warta keselamatan, pengharapan dan Firman yang menjadi manusia’. Mungkin kah Anda masih merawat dendam pada tetangga, atau orang tertentu dalam Kelompok? Dan Anda menjadi berat hati dalam amarah yang terlilit dalam benang kusut tak tentu rasa? Segera sudahilah semuanya….
Di bulan Maria ini, bebaskan semua kesumpekan di dalam dada. Semua yang jadi perintang kita untuk ‘saling berkunjung dan saling menyapa di dalam kasih persaudaraan. Maria, Bunda kita, Ratu Pencinta Damai, mendoakan kita agar kembali miliki kebesaran jiwa dan rasa ringan di hati untuk ‘saling mendoakan dan saling memberkati.’
Ibu kita semua: Dalam kemanusiaan..
Bayangkan saja bahwa di malam ‘Rosario umat,’ ada kaum religius yang sejenak tinggalkan indahnya doa Completorium malam di zona sendiri untuk bergabung teduh dalam doa kelompok umat dalam resitasi Rosario. Apalagi bila ada kehadiran ‘kagetan’ para klerus untuk bersama umat. Suatu kehadiran penuh berkat yang meneguhkan. Mari lanjut merenung…..
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan