Arsen, Bocah Viral Sepatu Sobek di Manggarai Penerima PIP Reguler Sejak November 2025

Saat itu, cerita Tomas, ia menghampiri Arsen. Menyemangatinya agar tidak berkecil hati karena penampilannya yang beda sendiri.

“Sejak itu, saya dan para guru berusaha menggali lebih jauh kondisi ekonomi keluarga Arsen. Saya dan guru-guru mulai semakin sering berkunjung ke rumahnya. Satu hal yang buat saya dan teman-teman guru nyesak adalah saat mama Flora bilang ke kami, bahwa memang dia terima PKH, tetapi antara seragam baru dan isi perut saya lebih pilih isi perut Arsen dulu baru kalau ada rejeki, beli baju (seragam) baru.”

Kondisi Arsen dan keluarganya, sepulang berkunjung, Tomas lalu ceritakan lagi ke istrinya. Gayung bersambut, sang Istri meminta Tomas agar segera membantu, membelikan pakaian seragam baru dan beberapa perlengkapan Arsen ke sekolah.

Bantuan pertama, Tomas dibantu Bendahara secara patungan belikan Arsen satu set seragam.

“Kami gunakan uang pribadi. Awalnya, saya tanya ke bendahara apakah bisa menggunakan dana bos tuk keperluan Arsen. Namun, kata Bendahara itu tidak bisa, tidak ada juknisnya. Kalau ambil dana bos, tentu melanggar hukum. Sehingga, saya dan bendahara patungan tuk belikan Arsen seragam.” Ujar Tomas berurai air mata.

Sepatu Sobek Awal Januari

Kisah Arsen dengan sepatu sobeknya mulai terungkap sejak hari kedua sekolah tahun 2026. Tepatnya, pada 6 Januari 2026.

Saat itu, berbarengan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDI Golo Lambo.

Kepala SDI Golo Lambo, Tomas Jemahan, ketika itu melakukan breafing dari kelas ke kelas. Ketika breafing di kelas I, Tomas secara tidak sengaja melihat Arsen lari kejar-kejaran dengan temannya. Saat lari itu, Tomas melihat kondisi sepatu Arsen. Ia lalu memanggilnya dan dibawa ke ruang kepala sekolah. Di sana, Tomas meminta Arsen tuk memvideokan kondisi itu (Cek Video Viral) tuk dokumentasi pribadi sekolah, juga tuk dia tunjukkan ke istrinya di rumah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel