“Di debat pamungkas ini, sejumlah poin-poin penting dan detail argumen solutif bisa ia paparkan. Sehingga ruang serangan terhadap Capres 02 relatif tidak sekuat debat-debat sebelumnya. Prabowo cukup beruntung dengan mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan visi misi. Sehingga, ia bisa menghindari kegusaran akibat pre-emtive attack yang lawannya lakukan di momentum serangan awal,” terang dia.
Secara konten, Ia menambahkan, tema pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM), memang terasa Anies banget. Anies mampu menghadirkan sejumlah argumen filosofis tentang pentingnya investasi SDM, yang akhirnya oleh dua paslon lainnya menyetujui.
“Namun, Ganjar dan Prabowo juga tampak mampu mengimbangi dengan jawaban yang berbasis pengalaman lapangan masing-masing,” kata dia.
Tidak Singgung Revolusi Mental
Sementara terkait isu kebudayaan, Umam menjelaskan, elaborasi tema ini cenderung direduksi hanya sebatas aspek seni budaya. Ketiga paslon tidak banyak mengelaborasi sisi kebudayaan sebagai suprastruktur peradaban untuk pembangunan SDM unggul, berintegritas, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, sebagai prasyarat hadirnya angkatan kerja yang produktif dan berdaya saing tinggi.
“Patut disayangkan pula, Capres 01 dan Caprea 03 tidak mengevaluasi janji Revolusi Mental sebagai ekspresi revolusi kebudayaan yang pernah digaungkan oleh Presiden Jokowi, yang saat ini terasa lekat dengan kubu 02. Di tema kesehatan, evaluasi BPJS kesehatan juga tidak termanfaatkan optimal sebagai materi debat dan serangan,” ujar dia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan