Cepat, Lugas dan Berimbang

Andi Arief Buka Lembaran Lama, Diduga Daftar Dosa Politik PDIP Mencegal Lawan

Andi Arief lantas meminta semua pihak tidak cengeng dengan apapun hasil pilpres 2024 nanti. Dia menilai semua keputusan bergantung pada kehendak rakyat.

“Belajar dari 2004, jangan cengeng. SBY-JK menang tak didukung kekuasaan, tak berkeluh kesah akhirnya didukung rakyat bisa menang. Begitu juga sebaliknya 2009 karena rakyat menilai SBY berhasil, maka oposisi dan wapres yang menjadi penantang kalah. Oleh rasionalitas Rakyat,” ujarnya.

Beberapa saat setelah itu, Andi lantas mencuit dengan melayangkan pertanyaan kepada Hasto. Apa saja pertanyaan itu?

“Pertanyaan buat Hasto Sekjen PDIP:

  1. Siapa jelang pilpres ubah UU syarat Capres hanya SMA?
  2. Siapa jelang pilpres ubah aturan kesehatan fisik sehingga Gus Dur nggak bisa Nyapres 2004
  3. Siapa yang ubah Presidential Threshold 20 persen jelang 2009 agar SBY tak bisa Nyapres?
  4. Siapa yang inisiator sistem pemilu tertutup ke MK?
  5. Siapa bangun negara dalam negara dengan sistem Presiden adalah petugas Partai?
  6. Siapa yg menarik2 lembaga intelijen, sebagian polri dan Birokrasi ke politik?” tulis Andi Arief.

Lantas atas pertanyaan Andi Arief, apa kata Hasto?

“Nanti kami kirim kajian ya tentang hal itu,” kata Hasto kepada wartawan di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2024).

Hasto mengatakan karya tulis harus dibalas dengan karya tulis. Dia mengatakan karya tulis yang akan disampaikannya nanti akan menjawab semua pertanyaan Andi.

“Itu ada karya tulisnya ada jurnalnya dan juga dari kajian saya berdasarkan buku political management hand book itu nanti silakan. Jadi karya tulis harus dibalas dengan karya tulis. Karena saya juga sampaikan dalam bentuk tulisan,” ujarnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN