Ruteng, infopertama.com – Di bawah guyuran hujan deras yang menggenangi jalan menuju Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, seorang ibu berjalan perlahan sambil menggendong bayinya. Satu tangannya memeluk erat sang anak, tangan lainnya menggenggam payung yang tak sepenuhnya mampu menahan derasnya air yang turun dari langit. Ia tidak sendiri. Sore itu, ribuan umat tetap melangkah menuju gereja—membawa iman yang tak surut, bahkan sebelum perayaan Jumat Agung dimulai pukul 15.00 WITA.
Dalam suasana basah dan dingin, tampak pula bapak-bapak bersama istri mereka berjalan berdampingan menuju gereja. Mereka memegang payung, berusaha melindungi diri, namun hembusan angin membuat sebagian pakaian mereka tetap basah. Meski harus menerobos genangan air di jalan, langkah mereka tidak terhenti—tetap mantap, seolah menegaskan bahwa iman lebih kuat dari cuaca yang menghadang.
Pada pagi hari, sejak pukul 06.30 hingga 09.30 WITA, umat Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong telah lebih dahulu mengikuti ibadat lamentasi dan jalan salib di Natas Labar, Ruteng, bersama umat dari tujuh paroki dalam Gugus Kota. Cuaca saat itu cerah, langit terbuka, dan panas matahari menyinari lapangan tempat umat berkumpul. Doa-doa dan nyanyian dilantunkan sepanjang tablo kisah sengsara Tuhan Yesus di tengah lapangan Natas Labar. Umat mengenakan topi adat, berpakaian merah, serta bersarung songke dengan beragam motif, menghadirkan perpaduan iman dan budaya yang hidup dalam suasana yang khidmat dan menyentuh.
Namun suasana berubah pada siang hari. Sejak sekitar pukul 13.00 WITA, hujan mulai turun dengan derasnya dan terus mengguyur hingga menjelang perayaan Jumat Agung. Jalan menuju gereja pun perlahan tergenang air, menghadirkan tantangan tersendiri bagi umat yang tetap datang untuk beribadah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







