Menjelang sore, hujan semakin deras. Namun umat terus berdatangan—orang dewasa, kaum muda, anak-anak, hingga para lansia. Di antara mereka, tampak para ibu menggendong bayi dan balita, berjalan perlahan menembus genangan. Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna tentang iman yang setia.
Gereja segera dipenuhi umat. Bangku-bangku tak lagi cukup menampung. Panitia yang dipercayakan kepada umat Wilayah Redong telah menyiapkan kemah di halaman depan gereja dan di bagian timur gereja. Dari sana, umat tetap mengikuti liturgi dengan khusyuk.
Panitia tampil sigap dan bersahaja dalam melayani umat. Berseragam kaos merah, bertopi adat (songko/sapu), serta bersarung songke khas Manggarai, mereka dengan ramah mengantar umat ke tempat duduk. Ketika masih ada umat yang berdiri karena kekurangan kursi, panitia dengan cekatan segera menyediakan tambahan tempat duduk. Dalam semangat pelayanan yang tulus, mereka memastikan setiap umat dapat mengikuti perayaan Jumat Agung dengan nyaman dan khusyuk.
“Terima kasih kepada panitia yang sudah melayani kami dengan baik. Kami bisa mengikuti perayaan dengan khusyuk,” ungkap seorang umat perempuan yang mengikuti misa dari kemah di halaman timur gereja.
Liturgi berlangsung dalam keheningan yang mendalam, tanpa dentang lonceng. Di saat yang sama, hujan masih turun sesekali dan suhu udara semakin dingin. Namun umat yang berada di dalam gereja maupun di bawah kemah tetap bertahan hingga perayaan selesai, mengikuti setiap bagian liturgi dengan penuh kesetiaan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







