Lanjut dia, mayoritas warga Poco Leok sangat mendukung langkah pemerintah untuk kelanjutan proyek pembangunan PLTP Ulumbu di Poco Leok.
“Ini dibuktikan dengan aksi damai kami beberapa bulan lalu di Lungar untuk memberikan dukungan secara penuh kepada Pemerintah,” ucapnya.
Ia berharap pihak pemerintah tetap melakukan pendekatan terhadap pihak keuskupan soal keterlibatan Pater Simon sebagai aktor intelektual serta dalang penolakan pembangunan PLTP Ulumbu di Poco Leok.
Bahkan, Ia juga mendesak pihak TNI dan Polri agar melakukan deteksi terhadap pergerakan oknum tersebut baik di wilayah Poco Leok maupun di kota Ruteng.
Pendekatan Budaya dan Kelayakan Sosial
Lebih dari itu, PT PLN UIP Nusra telah melakukan pendekatan Budaya ke setiap pemangku adat dalam kaitannya dengan pengembangan PLTP Ulumbu.
Berdasarkan masukan dari beberapa pemangku kepentingan, PLN, ujar Bondan Gustaman telah melaksanakan kegiatan Tabe Gendang di 14 gendang di WKP Ulumbu dari bulan Mei s/d Oktober 2022.
“Setelah mendapat izin dari gendang, PLN telah melakukan tinjauan lapangan secara partisipatif guna menentukan kelayakan sosial-adat dari lokasi tapak Proyek yang telah direncanakan.”
Menurut Bondan, pengalamannya dan teman-teman PLN bahwa hampir semua kegiatan FPIC didahului oleh upacara penerimaan secara adat, dan kapu manuk / tuak.
Namun, lanjut Bondan, aksi-aksi pengadangan ke Tim PLN tetap saja dilakukan oleh kelompok kecil tertentu. Meski demikian, pihaknya tetap menggunakan pendekatan secara persuasif, dan pendekatan budaya seperti diuraikan di atas dengan kelompok pendukung dan yang belum mendukung.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







