Berita  

305 Mahasiswa Peternakan Ikut Seminar Ilmiah; Adaptasi Peternakan di Era Perubahan Iklim

Mikrolimat, yang melibatkan pengendalian suhu, kelembapan, ventilasi, dan pencahayaan, dinilai penting untuk menciptakan zona thermoneutrality bagi ternak.

“Keseimbangan mikrolimat memungkinkan unggas tetap produktif meskipun lingkungan mengalami tekanan iklim,” jelas Puspita. 

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan kandang yang memperhatikan efisiensi lahan dan kenyamanan ternak.

Wigbertus Gaut Utama dan Puspita Cahya Achmadi sebagai Narasumber. Saat Pemaparan materi dari Pak Wigbertus.

“Dengan perencanaan yang tepat, kita dapat meningkatkan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” tambahnya. 

Pendekatan Ekologi sebagai Solusi Berkelanjutan

Dalam sesi berikutnya, Wigbertus Gaut Utama, S.Fil., M.Sc., menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekologi dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap peternakan.

“Peternakan adalah bagian dari ekosistem yang kompleks. Pendekatan ekologi membantu memastikan semua komponen ekosistem tetap seimbang dan produktif,” tegasnya. 

Wigbertus menjelaskan, perubahan iklim memengaruhi ketersediaan pakan, kesehatan ternak, dan daya dukung lingkungan. Ia menyarankan penerapan inovasi seperti diversifikasi pakan dan sistem pertanian terpadu.

“Sistem ini tidak hanya efisien tetapi juga mendukung keberlanjutan peternakan di masa depan,” ungkapnya. 

Semangat Kolaborasi Akademik

Seminar yang berlangsung dengan interaksi aktif ini mendapat apresiasi dari para peserta.

“Kami mendapatkan banyak wawasan baru, khususnya terkait strategi ekologis yang dapat diterapkan di peternakan modern,” ungkap salah satu mahasiswa semester 5. 

Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam upaya membangun peternakan yang adaptif dan berkelanjutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel