“Saat ini PLN juga sedang mengerjakan jalan sepanjang sekitar 1,8 kilometer dari kampung kami menuju Turo Togo atau Kampus Bambu. Manfaatnya sudah sangat kami rasakan karena akses menjadi semakin mudah. Kami berharap pembangunan ini terus berjalan sehingga semakin mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah kami,” ujar Hans.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, menjelaskan site development berupa akses jalan ini dibangun untuk kelancaran mobilisasi peralatan geothermal pada tahap konstruksi PLTP Mataloko.
Pengaspalan jalan raya yang mengitari lahan pertanian dan pemukiman ini sekaligus menjadi nilai tambah bagi daerah sebab infrastruktur jalan juga berfungsi sebagai penunjang aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.
Pembangunan akses jalan ini dinilai penting oleh masyarakat, terutama mereka yang berprofesi sebagai petani, peternak, dan pedagang, agar bisa membawa hasil produksi dengan lancar dan aman untuk selanjutnya dijual dan menghasilkan pendapatan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek,” jelas Manurung.
Infrastruktur jalan tersebut diharapkan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Golewa. Akses transportasi yang lebih baik memberikan kemudahan bagi petani dalam memasarkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











