Sejak saat itu, Veronica mengaku hubungannya dengan Wempi baik-baik saja. Bahkan, Veronica mengklaim Wempi menemani saat proses melahirkan.
“Dia sendiri mendaftarkan saya, dia sendiri yang membayar semua administrasi, dia sendiri yang menemani saya waktu itu persalinan,” kata Veronica.
Veronica pun dia janjikan untuk dia nikahi saat menjadi Gubernur Papua. Namun, hingga anaknya lahir, lanjut Veronica, janji itu tak kunjung terealisasi.
Hubungan Wempi dengan Veronica berlanjut hingga 2018. Namun Veronica mengaku dia dan Wempi tak hidup bersama. Karena kesibukan Wempi sebagai pejabat publik.
“Tinggal bersama sih enggak, karena dia jarang untuk menemui saya. Tinggal bersamanya hanya sebulan dua kali. Karena dia bupati dia ada dinas tidak bisa setiap hari bersama saya di Jakarta,” kata Veronica.
Wempi menjabat sebagai Bupati Jayawijaya selama 2 periode sejak 2008-2018. Dia juga pernah maju sebagai calon Gubernur Papua, tetapi kalah oleh petahana, Lukas Enembe.
Pada 2018, Veronica mengeklaim hubungan keduanya merenggang. Dia sempat mencoba bertemu dengan Wempi pada 2019, tapi tak berhasil. Telepon pun tak diangkat, berujung nomornya diblokir.
Veronica kemudian menyambangi KPAI. Dia mengaku diterima oleh seorang komisioner. Saat itu KPAI memediasi keduanya, tetapi klaim Veronica, Wempi tetap tidak datang.
Kini, dia malah digugat di pengadilan. Veronica digugat ke PN Jakarta Pusat. Wempi meminta kepada majelis hakim menyatakan Veronica melawan hukum. Serta membayar ganti rugi baik materiil dan immateriil sebesar Rp11.250.000.000 secara sekaligus dan tunai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


