Jika belum terselesaikan, dua atau tiga orang dapat dilibatkan untuk mencari kebenaran bersama. Setelah itu, komunitas Gereja baru mengambil bagian jika persoalan tersebut membutuhkan penyelesaian bersama.
Melalui cara ini, penyelesaian masalah tidak dilakukan lewat gosip, tindakan mempermalukan, atau menghakimi, melainkan melalui dialog dan kasih.
“Menegur dengan kasih berarti mengundang Yesus hadir.”
Ia kemudian mengingatkan umat pada janji Yesus dalam Injil: ketika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Yesus hadir di tengah-tengah mereka.
BKSN Dihidupkan Mulai dari Keluarga
Untuk menghidupkan BKSN dalam kehidupan sehari-hari, Pater Kristianus menawarkan tiga langkah sederhana:
- Dengarkan Dulu Sebelum Menegur: Umat diajak membaca Sabda Allah sebelum mengoreksi orang lain agar teguran tidak lahir dari emosi atau kemarahan.
- Satu Keluarga, Satu Pasal: Keluarga diajak membaca Kitab Suci bersama dan membicarakan bagaimana Sabda Tuhan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Lingkaran Dua-Tiga Orang: Umat diajak membentuk kelompok kecil untuk berdoa dan berbagi pengalaman iman berdasarkan Sabda Allah.
“Bukan untuk pamer hafalan, melainkan supaya hati kita dibentuk. Supaya teguran kita lembut, kasih kita nyata, dan komunitas kita menjadi tempat Yesus hadir,” ungkapnya.
Dari Sabda Menuju Paroki Sayang Anak
Pater Kristianus berharap pembukaan BKSN dan Gerakan Paroki Sayang Anak tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata.
Keduanya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, KBG, pengurus wilayah, orang muda, orang tua, hingga anak-anak.
Sabda Allah, tegasnya, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata: mendengarkan anak, mendampingi mereka, melindungi mereka dari kekerasan, mendidik dengan kasih, serta membangun lingkungan yang aman bagi pertumbuhan mereka. Dengan demikian, Gerakan Paroki Sayang Anak bukan sekadar slogan, melainkan budaya hidup menggereja.
“Menjadi Katolik berarti menjadi penjaga sesama, pengasih tanpa syarat, dan penegak kasih dengan cara Yesus,” tutur Pater Kristianus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











