Gaya Hidup Boros Usai Bencana Disoroti, Tim HEOC Dinkes Manggarai Ajak Warga Mawas Diri

Ruteng, infopertama – Musibah gempa bumi yang menimpa wilayah Flores, khususnya Manggarai Raya, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Bencana tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa dan merusak hunian serta fasilitas umum, tetapi juga memicu penderitaan fisik, batin, dan krisis ekonomi bagi warga terdampak.

Dalam wawancara khusus pada Minggu (06/09/2026), Anggota Tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Stanislaus Jelatu, menyampaikan seruan terbuka agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan luar, melainkan berani mawas diri dalam menata kembali gaya hidup keluarga.

Stanislaus mengungkapkan bahwa musibah ini harus menjadi pengingat bersama untuk mengevaluasi cara hidup dan kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, proses pemulihan yang sejati tidak bisa hanya mengandalkan donasi, melainkan harus dimulai dari dalam rumah masing-masing melalui tindakan yang nyata.

Ia menyoroti pentingnya meninjau ulang skala prioritas ekonomi keluarga pascabencana. Stanislaus menilai sangat ironis jika gaya hidup boros seperti merokok tetap berjalan di tengah situasi sulit.

Ia mencontohkan bahwa dana satu bungkus rokok seharga Rp30.000 sebenarnya dapat dialihkan untuk membeli dua kilogram beras atau enam saset susu, yang secara langsung menyokong nutrisi keluarga dan mencegah stunting pada anak.

Lebih lanjut, Stanislaus menegaskan agar alasan stres atau jenuh tidak lagi dijadikan pembenaran untuk mempertahankan kebiasaan mahal yang merusak kesehatan dan menguras dompet.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel