Update Gempa Manggarai : 55 Jiwa Meninggal dan Puluhan Ribu Bangunan Rusak, Penanganan Kelompok Rentan jadi Prioritas

Ruteng, infopertama.com – Upaya penanganan darurat pascabencana terus dipacu oleh tim gabungan di lapangan seiring dengan diperbaharuinya data penanganan korban dan dampak kerusakan fisik. Berdasarkan pemutakhiran data resmi dari Badan Pendagulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai yang dirilis hari ini, Minggu, 6 September 2026, akumulasi korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 55 orang.

Dinamika pelayanan medis di lapangan menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada korban luka berat. Sebanyak 29 warga yang mengalami luka berat saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap rumah sakit, meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 18 orang. Sementara itu, pasien dengan kategori luka ringan yang menjalani rawat jalan terdata sebanyak 4 orang, menurun dari laporan sebelumnya yang berada di angka 8 orang.

Guna menampung warga yang kehilangan tempat tinggal maupun yang berada di kawasan zona bahaya, BPBD Kabupaten Manggarai bersama unsur SAR gabungan telah mengoperasikan 68 posko pengungsian secara aktif. Saat ini, sebanyak 22.145 jiwa tercatat menempati titik-titik penampungan sementara tersebut. Dari total pengungsi, perhatian mendesak disalurkan kepada 6.675 warga kelompok rentan—meliputi lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas—untuk menjamin kepastian pasokan logistik gizi serta penanganan medis khusus.

Kerusakan fisik akibat bencana meluas secara masif hingga menghancurkan sektor pemukiman warga serta sarana publik. Rekapitulasi BPBD Kabupaten Manggarai mencatat akumulasi kerusakan fasilitas mencapai 23.715 unit bangunan. Angka tersebut mencakup 8.710 unit fasilitas rusak ringan, 7.072 unit rusak sedang, dan 7.933 unit dalam kondisi rusak berat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel