Cepat, Lugas dan Berimbang

Upaya Mewujudkan Jalan Perbatasan Papua

Per April 2023, progres fisik pembangunan segmen 1 telah mencapai 100%. Sementara itu, segmen 2 sekitar 49,10% dan segmen 3 mencapai 87.02%. Sehingga, total jalan perbatasan di Papua yang sudah terbangun sepanjang 944.44 km.

Pelaksanaan pembangunan jalan perbatasan Papua pada segmen 1- 3 dari periode tahun 2015–2022 dengan anggaran sebesar Rp1,283 triliun. Dan, targetkan penyelesaian pembangunan secara bertahap dengan target kondisi jalan pada akhir 2024 adalah hutan sepanjang 146,79 km, jalan tanah sepanjang 181,86 km, dan jalan aspal sepanjang 769,68 km.

Kata Hedy, selain memperkuat teritorial perbatasan antarnegara, pembangunan jalan perbatasan Papua juga bertujuan untuk membuka isolasi dan memperlancar konektivitas pusat ekonomi wilayah. Sehingga, memudahkan transportasi barang dan manusia yang akan berdampak pada penurunan harga barang dan jasa di Papua, sehingga mengurangi kesenjangan antarwilayah di Indonesia.

Pada 2023, pembangunan jalan perbatasan masih menjadi prioritas pemerintah. Kementerian PUPR menargetkan 3.707 km pembangunan jalan perbatasan di seluruh Indonesia. Di antaranya, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua dapat selesai hingga akhir 2024.

Adapun target kondisi konstruksi jalan perbatasan yaitu perkerasan aspal sepanjang 1.717,66 km, agregat 434,97 km, tanah 1.000,11 km. Serta, kemungkinan menyisakan 198,84 km berupa hutan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN