Santri juga menyampaikan sarannya untuk lembaga Pendidikan Tinggi Unika Santu Paulus Ruteng dan Prodi PGSD khusunya agar prodi PGSD perlu memperkuat persiapan magang dengan meningkatkan sistem pembimbingan, mengembangkan program magang yang variatif, meningkatkan penilaian dan evaluasi magang. Serta, memperkuat kerjasama dengan pihak luar untuk memastikan program magang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang siap menjadi guru profesional yang berkontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya di 3 Kabupaten (Kab. Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur).
Pada kesempatan yang sama, media menjumpai Maria Fatima Sarimurni yang kerap dipanggil Arni mengatakan bahwa Magang 2 itu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan kerja yang sesuai dengan bidang studi kami. Dengan adanya magang segala teori dan pengalaman belajar dapat diterapkan.
“Karena sejatinya mahasiswa bukan hanya sekedar mencari ilmu di bangku kuliah. Melalui Magang 2, mahasiswa akan mendapatkan berbagai pengalaman kerja yang bisa membantu kami menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.” Ungkap Arni.
Arni berharap bahwa dalam mengikuti magang 2 itu, dia dapat memosisikan diri dengan baik di lapangan sebagai pengajar yang masih belajar.

“Selain itu, saya mendapat lebih banyak lagi ilmu terkait dunia mengajar serta mendapatkan wawasan yang mendalam tentang bidang pekerjaan yang saya minati dan mengasah keterampilan mengajar,” ujar Arni.
Mahasiswi kelas 2022 A itu juga berekspektasi bahwa dia dapat menjadi generasi yang percaya diri, dapat meningkatkan keterampilan mengajar dan dapat dengan segera beradaptasi dengan perubahan kurikulum serta menjadi Mahasiswa PGSD yang mengenal lebih jauh tentang profil guru SD sehingga dapat berprilaku sebagai sosok guru SD yang baik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







