Unika Ruteng Raih Akreditasi “Baik Sekali”, Tim ISK Bergerak Solid Menuju Kampus Unggul 2029

Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng resmi meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT dengan nilai 303. Ketua Panitia ISK, Rektor, dan Ketua LPM menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kerja tim, budaya mutu, dan komitmen menuju akreditasi Unggul 2029.

“Langkah ISK menjadi strategi penting agar Unika dapat menyesuaikan diri dengan sistem akreditasi terbaru. Proses ini memang menantang, tetapi sekaligus mendorong evaluasi dan pembenahan di semua lini,” jelas Marlinda.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih peringkat “Baik Sekali” lahir dari kerja intensif selama lebih dari lima bulan.

“Tim akreditasi bekerja keras, unit dan program studi memberikan dukungan penuh, dan semua pihak terlibat aktif menyiapkan bukti fisik. Saya sangat bersyukur karena usaha itu membuahkan hasil yang membanggakan,” tambahnya.

Marlinda menyebut empat kekuatan utama yang mendorong capaian ini:

  • Kerja tim ISK yang solid dan saling mendukung,
  • Komitmen semua unit dan program studi dalam menyediakan data dan dokumen,
  • Kinerja program yang terukur dan terdokumentasi,
  • Tumbuhnya kesadaran budaya mutu di seluruh jenjang organisasi.

Walau sempat menghadapi kendala dalam mengumpulkan dokumen dan melakukan koordinasi lintas unit, tim berhasil menyelesaikannya melalui komunikasi intens dan semangat kolektif.

“Kami menargetkan akreditasi Unggul pada reakreditasi 2029. Target itu bisa tercapai jika seluruh sivitas menjaga budaya mutu dan menjalankan siklus PPEPP secara konsisten,” tegasnya.

Predikat Ini Lahir dari Disiplin dan Konsistensi Bersama

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas pengakuan yang diraih melalui BAN-PT.

“Akreditasi Baik Sekali tidak hadir secara instan. Seluruh sivitas akademika menunjukkan ketekunan, disiplin, dan konsistensi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia mengajak dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menjadikan capaian ini sebagai energi untuk melompat lebih tinggi.

“Kita tidak berhenti di sini. Predikat ini harus mendorong kita memperkuat inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Rektor.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel