Dari jumlah tersebut, 786 orang berasal dari bidang studi PGSD, 160 dari Pendidikan Bahasa Inggris, dan 129 dari Pendidikan Matematika.
“Acara ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum bersejarah yang menandai keberhasilan para guru dalam menyelesaikan pendidikan profesional yang penuh tantangan. Anda telah membuktikan diri layak menyandang predikat guru profesional,” ujar Eliterius Sennen
Baca Juga: Unika St. Paulus Ruteng Siap Melaksanakan ICEHHA ke 4
Tema kegiatan tahun ini adalah “Menjadi Guru Profesional yang Transformatif, Kolaboratif, dan Berkarakter di Era Digital 5.0.” Tema ini mencerminkan arah baru pendidikan di mana guru berperan sebagai agen perubahan yang kreatif, adaptif, dan reflektif terhadap dinamika zaman.
Meta-Pedagogi dan Jiwa Kemanusiaan
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., mengajak para guru untuk menghayati profesi mereka secara reflektif dan humanis melalui konsep Meta-Pedagogi di Era Meta-Digital.
“Guru profesional tidak lahir dari sertifikat, tetapi dari refleksi diri yang terus menyala di hati dan pikirannya. Teknologi boleh menciptakan dunia paralel, tetapi hanya jiwa guru yang mampu menciptakan realitas bermakna,” tutur Dr. Maximus
Ia menekankan bahwa di era meta-digital, guru wajib memiliki kecerdasan epistemik, teknologis, dan moral tiga landasan utama yang menjadikan mereka bukan sekadar pengajar, tetapi “arsitek pengalaman belajar” bagi generasi muda.
Sukacita dan Refleksi Lulusan
Leo Alfus Sesok (Peserta) dari SMPN 1 Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan menyelesaikan PPG 2025.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











