“Inseminasi buatan menjadi cara efektif untuk menjaga kualitas bibit dan meningkatkan produksi anakan berkualitas dalam waktu yang lebih singkat,” tutur Maria.
Ia juga menyoroti pentingnya seleksi induk dan pejantan berdasarkan sifat produktif dan kesehatan fisik.
Kesehatan Ternak Jadi Kunci Utama Peternakan Berkelanjutan
Drh. Elisabeth Yulia Nugraha, S.KH., M.Si., membawakan topik Strategi Manajemen Kesehatan Ternak Babi Menuju Produktivitas Peternakan yang Berkelanjutan.
Ia menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari penyakit menular seperti ASF, hingga keterbatasan akses vaksin dan fasilitas kandang.
“Kesehatan ternak adalah investasi utama dalam sistem peternakan. Kandang bersih, pakan berkualitas, dan biosekuriti ketat adalah kombinasi yang tidak bisa ditawar,” tegas Elisabeth.
Ia juga mengajak peserta untuk menerapkan prinsip peternakan ramah lingkungan, seperti pengolahan limbah menjadi biogas dan kompos, sebagai wujud tanggung jawab terhadap keberlangsungan ekosistem.
Mahasiswa dan Dosen Perkuat Kolaborasi Ilmiah
Seminar ini menjadi momen penting bagi sivitas akademika untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam pengembangan riset berbasis kebutuhan lokal.
Diskusi interaktif antara pemateri dan peserta turut memperkaya wawasan serta menumbuhkan semangat inovasi dalam bidang peternakan.
Ketua Prodi Peternakan dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar seminar semacam ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin.
“Kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi juga mampu menyumbangkan solusi konkret di lapangan,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



