Tuhan Setia Membela Orang-Orang Kecil

Sikap Tuhan Terhadap Para Penindas dan Orang Yang Tertindas

Terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan-kejahatan seperti ini, Tuhan tidak mungkin berdiam. Tetapi Dia akan bertindak dan melakukan sesuatu. Misalnya “matahari terbenam di siang hari”, “bumi gelap pada hari cerah”, mereka mengalami “perkabungan.” “Setiap kepala” menjadi “gundul”. Mereka akan ‘berkabung atas kematian anak tunggal” sehingga mereka mengalami hari-hari “pahit dan pedih” dalam hidup.

Dalam situasi hidup yang memprihatikan, Tuhan pada intinya selalu memihak dan membela orang-orang kecil, miskin dan sengsara. Selama masa penindasan di tanah Mesir, orang-orang yang mengalami penderitaan memberi kesaksian dan berkata: “Tuhan mendengar suara kami dan melihat kesengsaraan dan kesukaran kami dan penindasan terhadap kami” (Ul 26: 7). “Aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan” (Pkh 4: 1).

Belajar Dari Tuhan

Bila kita memiliki kekuatan dan kekuasaan, hendaklah kita tidak menggunakan kekuatan dan kekuasaan itu untuk menindas orang lain, terlebih orang kecil. Kekuatan dan kekuasaan tidak mengandung dan memberikan hak dan kewenangan untuk bertindak dan berbuat sesuka hati terhadap orang lain. Bila kita melakukan kesewenangan terhadap orang lain, cepat atau lambat waktunya kita akan mengalami akibatnya atau resikonya yang berat atau buruk.

Lebih daripada itu, seperti Tuhan kita harus memberi perhatian dan kepeduliaan kepada orang-orang kecil, miskin dan sengsara. Secara manusiawi, kemiskinan dan kesengsaraan pasti bukanlah hal yang dirindukan dan dicari manusia. Manusia selalu mencari kekayaan, kegembiraan dan sukacita. Karena itu secara alami, manusia tidak mendambakan dan mencari kemikisnan dan kesengsaraan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel