Tuhan Menyapa Semua Orang, Juga Anak-Anak

Menyapa semua orang
Ilustasi menyapa /vectorstock.com

Oktaf Natal Hari VI
Kamis, 30 Desember 2021

1Yohanes 2: 12-17; Lukas 2: 36-40

Dalam tulisan dan sapaannya Rasul Yohanes menyapa semua orang dari berbagai usia: “anak-anak’, “para bapak”, “orang-orang muda” (1Yoh 2: 12-14).

Mengapa orang-orang dari berbagai usia mesti disapa? Alasannya sederhana, karena secara manusiawi setiap orang ingin mendapat perhatian. Tidak ada orang yang ingin diabaikan, tetapi siapa saja ingin mendapat kasih dan perhatian. Cukup sering masalah datang dari orang-orang yang diabaikan dari kasih dan perhatian sesama. Orang yang diabaikan merasa diperlakukan secara tidak adil dan karena itu pasti orang seperti itu akan mengajukan keberatan atau protes atau bahkan bisa melakukan pemberontakan. Dengan itulah, masalah atau kesulitan tidak dapat dihindarkan dari dalam hidup bersama.

Tetap lebih dari itu, Tuhan tidak membedakan atau mengecualikan siapa pun juga. Sebaliknya, sabda Tuhan terarah kepada semua orang dan ditaburkan kepada siapa saja. Tuhan berbicara dan menyapa semua orang, karena Allah ingin menyelamatkan semua orang tanpa kecuali.

“Inilah kehendak DIA yang mengutus AKU, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6: 39).

Dari sabda Tuhan ini, semua orang yang percaya kepada Yesus tidak boleh ada yang hilang, tetapi semuanya selamat dan diselamatkan, termasuk anak-anak yang amat sering diabaikan.

Sebab itu, marilah kita peka melihat siapa saja orang-orang yang ada di hadapan kita. Jangan sampai ada orang yang diabaikan atau dilupakan. Anak-anak sekalipun tetap perlu disapa dan ditegur, karena mereka juga berhak untuk memperoleh keselamatan. Anak-anak tidak boleh diabaikan atau diremehkan, karena anak-anak juga adalah warga kerajaan Allah.

“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat 19: 14).

Berdasarkan sabda Tuhan ini, hendaklah di tengah-tengah orang-orang dewasa atau berhadapan dengan orang-orang besar, anak-anak tidak boleh dilupakan atau diabaikan. Tetapi mereka tetap mesti dikasihi dan diperhatikan. Anak-anak tetap harus ditegur dan disapa dengan ramah tamah. Dengan demikian anak-anak tidak bermain sesuka hatinya atau juga tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang aneh-aneh, merusak dan menjengkelkan.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV