Tuhan Membersihkan Segala Ke(najis)an Kita

Dalam kondisi hidup demikian, suara Tuhan akan berseru kepada kepada kita seperti halnya kepada Yesaya: “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku? Maka kita bisa menjawab seperti Yesaya: “Inilah aku, utuslah aku!” (Yes 6: 8).

Berdasarkan kisah suci ini, seperti Yesaya pasti tidak semua kita bersih. Bahkan mungkin lebih dari Yesaya, kita tidak hanya ‘najis bibir’, tetapi seluruh anggota tubuh kita yang lain juga najis. Namun demikian, janganlah kita panik atau pesimis dengan hidup dan anggota tubuh kita yang tidak bersih. Dengan cara-Nya sendiri, entah dengan bara api dan terutama dengan api Roh Kudus, Tuhan akan menjamah dan menyentuh diri dan hidup kita, sehingga kesalahan kita dihapuskan dan dosa kita diampuni.

Kesalahan dan dosa kita manusia tidak melampaui dan menguasai kemurahan dan kerahiman Tuhan. Tetapi kemurahan dan kerahiman Tuhan selalu melampui kesalahan dan dosa yang kita lakukan. Karena itu kita tidak perlu panik, gelisah dan putus asa bila hidup kita dan anggota-anggota tubuh kita tidak bersih.

Yang terpenting, kita jujur dan rendah hati dengan diri kita. Kita perlu berani membongkar dosa dan kesalahan kita kepada Tuhan di tempat pengakuan. Tuhan pasti mendengarkan kita dan mengampuni dosa dan kesalahan kita. Dengan itu kita menjadi bebas dan lega dan siap dipakai dan diutus oleh Tuhan untuk misi atau tugas apa saja. Kita harus berani berkata seperti Yesaya: ‘Inilah aku dan utuslah aku!’

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel