Tugaskan Deputi, Menteri AHY Apreasisi Kongres dan Pemikiran PMKRI

“Pembangunan berkeadilan berarti tidak ada wilayah, kelompok masyarakat, maupun generasi yang ditinggalkan,” jelasnya.

Kata Ronny, usia organisasi boleh bertambah, tetapi idealisme tidak boleh tergerus. Selama hampir delapan dekade, PMKRI telah menjadi ruang kaderisasi dan pengabdian, serta melahirkan kader-kader yang bekerja bagi Gereja, masyarakat, dan Republik Indonesia.

“Bangsa ini membutuhkan PMKRI sebagai kekuatan moral, intelektual, dan kebangsaan” katanya.

Ronny pun menyampaikan empat pesan dalam forum itu, yakni Pertama, rawat persatuan. Kedua, hadirkan intelektualitas dalam bentuk solusi nyata. Ketiga, jaga integritas. Keempat, pemimpin boleh lahir dari kompetisi, tetapi kepemimpinan hanya dapat dijalankan melalui persaudaraan.

Ia juga menerangkan, bahwa pemimpin yang lahir dari kongres ini hendaknya bukan sekadar pemenang, tetapi pribadi yang mampu mendengarkan, merangkul, menjaga integritas, dan melayani. Kongres tidak selesai ketika seorang pemenang diumumkan.

Roni menyampaikan, kongres baru berarti ketika seluruh kader kembali berjalan dalam satu arah. Ia berharap kongres itu menghasilkan rekomendasi yang tajam, solusi yang relevan, dan pemimpin yang berintegritas.

“Saya juga berharap PMKRI terus menjadi mitra pemerintah yang kritis sekaligus konstruktif. Semoga dari Ruteng ini, PMKRI melangkah dengan keberanian, integritas, dan semangat pengabdian untuk membawa Indonesia menuju keadilan,” tutupnya

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel