Tanggap Darurat Gempa Manggarai Dipertimbangkan Diperpanjang, BNPB Siap Dampingi Pemulihan

BNPB Pastikan Pendampingan Berlanjut

Brigjend Arief menilai penanganan masa darurat di Kabupaten Manggarai telah berjalan cukup tertata. Ia mengapresiasi kerja bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh jajaran pemerintahan dalam penanganan bencana.

“Saya melihat bahwa semangat ‘Manggarai Pulih Bersama, Pulih Lebih Cepat’ bukan sekadar moto, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata,” ujarnya.

Ia memastikan BNPB akan terus memberikan pendampingan ketika Kabupaten Manggarai memasuki tahap transisi menuju pemulihan, termasuk pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya penanganan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat, membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dapat berlangsung hingga sekitar tiga tahun.

Sementara penanganan infrastruktur akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga teknis sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Usulan Stimulan Rumah Rusak Berat Didorong Segera

Terkait bantuan stimulan rumah rusak berat, Arief mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai segera menyampaikan usulan tahap pertama agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat.

Ia menjelaskan, dirinya harus kembali ke Jakarta untuk melakukan koordinasi terkait proses stimulan rumah rusak berat, termasuk dengan Kementerian Keuangan mengenai kesiapan anggaran.

“Saat ini ada tujuh kabupaten yang juga sedang mempersiapkan usulan tahap pertama dan kemungkinan akan mengajukannya dalam minggu ini. Karena itu, kami perlu segera berkoordinasi dan duduk bersama dengan Kementerian Keuangan terkait kesiapan anggaran untuk stimulan rumah rusak berat tersebut,” jelasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel