Di sini, Ina kembali meyakinkan bahwa dirinya bekerja tidak ada perjanjian kontrak terhadap perusahaan tempatnya menempuh harapan. Mau protes takut di PHK.
“Cape juga kak. Jam kerja kami mulai jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Gajinya pula kecil sekali. Mana cukup buat biaya keluarga,” tuturnya.
Senada dari Tini, warga kumba, sudah 10 tahun di Swalayan Pagi Ruteng. Menurutnya, selama kerja di perusahaan itu, dirinya hanya dapat gaji satu juta 200 perbulan.
“Saya sudah 10 tahun di sini kak. Gaji saya satu (1) juta 200 per/bulan. Kami tidak ada perjanjian (kontrak) kerja yang mengikat,” tutur Tini kepada awak media.
Kata dia, Karyawan Perusahaan tempatnya bekerja sempat ngamuk (Protes) terkait upah yang minim ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Manggarai. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan atas harapan mereka dapat setara dengan Karyawan pada umumnya.
“Kami menduga mungkin pihak perusahaan sudah memberikan sesuatu ke pegawai tersebut. Makanya, setiap kali mereka ke sini, kami benci sekali,” kesal Tini.
Hingga berita ini terbit, Tim media ini masih terus melakukan konfirmasi kepada kedua Perusahaan tersebut namun tidak direspon.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan