Tag: Optimalisasi Pasar Puni

  • Sempat Nakal, Tomy Pedagang Ikan Basah di Paris Ruteng Akhirnya Mau Direlokasi

    Sempat Nakal, Tomy Pedagang Ikan Basah di Paris Ruteng Akhirnya Mau Direlokasi

    Ruteng, infopertama.com – Seorang pedagang ikan basah di Pasar Inpres (Paris) Ruteng asal Ranggi akhirnya mau direlokasi ke pasar rakyat Puni, kelurahan Pau, kecamatan Langke Rembong.

    Tomy, nama pedagang ikan basah asal Ranggi tersebut keukeh berjualan liar di Paris Ruteng karena mengaku tidak mendapat lapak di Pasar Puni. Padahal, pada saat penertiban awal Februari 2025 sudah diarahkan tuk pro aktif berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan tuk mendapatkan lapak resmi di Pasar Puni. Namun, dirinya memilih apatis agar soal tidak mendapat lapak dijadikan alasan utama tuk tetap berjualan liar di Paris.

    Di hadapan Kaban Pendapatan Kabupaten Manggarai, Kanis Nasak yang didampingi Otwin Wisang (Kabid SDA Sat Pol PP Kab. Manggarai) dan perwakilan dari Dinas Perdagangan, Tomy juga mengaku dulu pernah berjualan di pasar Puni. Hanya saja, dagangannya tidak laku hingga akhirnya merugi.

    “Terus terang pak, saya dulu sudah berjualan di atas (Pasar Puni -pen). Sepi di atas, ikan-ikan saya hancur hingga saya tekor seratus juta.” Ujar Tomy menunduk sembari memegang hidungnya di ruang kerja kaban Pendapatan, Rabu, 19 Maret 2025 siang.

    Dalam pengakuannya, ia hanya pedagang kecil yang tidak memiliki kaki tangan tapi sehari-hari berjualan hingga 10 boks (Sterefoam) ikan basah.

    Mendapat penjelasan Tomy, kaban Kanis Nasak lalu memastikan ketersediaan lapak di Puni yang ternyata masih bisa dilakukan undian ulang sesuai prosedur sebelumnya.

    “Pada prinsipnya, kami akan terus mengevaluasi kepemilikan lapak-lapak di Pasar Puni yang pada waktunya akan kami cabut lagi kepada mereka yang dalam data di Pasar Puni tapi aktivitas jualannya di tempat lain. Itu bisa kita lakukan undian ulang ke mereka yang benar-benar ada niat mau jualan ikan basah di lapak-lapak resmi.” Ujar Ibu Yuliana Theresia, Kabid Perdagangan dan Pembinaan Usaha Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai.

    Laman: 1 2 3

  • Pasar Puni Ricuh, Box Ikan Basah Pedagang Nakal Dipecahkan Sesama Pedagang

    Pasar Puni Ricuh, Box Ikan Basah Pedagang Nakal Dipecahkan Sesama Pedagang

    Ruteng, infopertama.com – Kericuhan terjadi di jalan umum depan pasar Rakyat Puni, kelurahan Pau, kecamatan Langke Rembong, Sabtu, 15 Maret 2025 sekitar pukul 18.30 WITA.

    Belasan Box ikan basah berserakan di jalanan dihancurkan dengan cara ditendang pedagang lain di los-los resmi ikan basah dalam pasar puni.

    Untungnya, dalam keributan yang sempat memanas itu tidak sampai terjadi adu fisik.

    Emilianus, pedagang ikan di Pasar Rakyat Puni yang ditemui media ini menjelaskan bahwa keributan itu sebenarnya tidak terjadi kalau semua pedagang tertib jualan di dalam.

    “Kalau tertib kan enak, soal rejeki itu sudah ada jalannya masing-masing. Tapi, kalau ada pihak tertentu yang potong jalur dengan jualan di depan, di trotoar tentu kami semua tidak terima.”

    Ia menambahkan, jika setelah ini masih ada yang jualan di depan dan pemerintah tidak juga mengambil tindakan, maka kami semua yang di dalam akan mengambil tindakan sendiri.

    “Yang jualan di depan ini kan orang yang sama terus, padahal sudah ditegur sebelumnya oleh pihak pemerintah, sudah buat surat pernyataan tapi masih jualan di depan.” Ucap Emilianus di hadapan dua petugas kepolisian yang ke lokasi mengamankan situasi.

    Sementara itu, pedagang lain di Puni mendukung tindakan Emilianus agar tidak ada pedagang ikan lagi yang merasa diistimewakan sehingga boleh berjualan di depan.

    “Kami semua yang (jualan) di dalam saya pikir sepakat dengan kejadian hari ini, kalau besok ada lagi yang jualan di depan bukan hanya satu orang lagi yang akan terlibat, pasti kami semua akan ikut ambil bagian,” Ucap pedagang tersebut hingga membuat petugas kepolisian tersenyum.

    Laman: 1 2

  • Puluhan Lapak Kosong, Pedagang di Pasar Puni Lebih Memilih Jualan di Trotoar

    Puluhan Lapak Kosong, Pedagang di Pasar Puni Lebih Memilih Jualan di Trotoar

    Ruteng, infopertama.com – Pedagang ikan basah di Pasar Rakyat Puni, kelurahan Pau, Langke Rembong lebih memilih menjajakkan dagangannya di trotoar depan pasar, daripada menggunakan lapak yang disediakan pemerintah.

    Pemandangan itu hampir terjadi setiap hari menjelang sore hari. Bahkan, pada hari-hari tertentu seperti Jumat hingga Minggu aktivitas pedagang jualan trotoar bisa dimulai lebih awal.

    Hal itu sebagaimana disaksikan infopertama.com pada Sabtu, 8 Maret 2025 siang sekira pukul 10.40 WITA.

    Para pedagang ikan basah menjual ikan di trotoar depan pasar Rakyat Puni. Di sana tidak ada petugas jaga sebagaimana biasanya, aparat gabungan TNI – Polri, Pol PP dari unsur pemerintah yang selama ini melakukan pengamanan.

    Ilan, salah satu pedagang di Pasar Puni kepada infopertama.com mengatakan itu biasa dilakukan para pedagang ketika tidak ada yang kontrol.

    “Begitu sudah nana, tidak ada kesadaran dari kami pedagang di sini, maunya dijaga Tentara  terus.” Ujar Ilan sembari membersihkan dagangannya di lapak yang sudah disediakan pemerintah kabupaten Manggarai.

    Senada dengan Ilan, pedagang lain di Puni berharap ada ketegasan dari pemerintah terhadap siapapun di Pasar Puni yang jualan di depan jalan.

    “Kami masih menunggu ketegasan pemerintah ase, tertibkan yang masih jualan bebas di depan. Kalau mereka jualan di depan, kami yang di dalam jadinya (Jualannya -pen) tidak laku.” Ujar pria asal Wae Ri’i yang menempati los ikan basah di Pasar Puni.

    Butuh Ketegasan Pemerintah

    Ia mengatakan, kalau pemerintah tidak ada ketegasan ke mereka, bukan tidak mungkin kami sendiri yang akan mengurus sesama kami.

    Laman: 1 2