Dampak Gempa Flores, 2818 Jiwa Mengungsi dan Rusakkan Ribuan Fasilitas di Manggarai

Titik pengungsian Barangkolong korban Gempa Flores yang mengguncang wilayah Utara Kabupaten Manggarai, NTT

Ruteng, infopertama.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai merilis data terbaru mengenai dampak bencana alam gempa bumi yang menerpa wilayah Kabupaten Manggarai. Berdasarkan laporan resmi dari petugas BPBD di lapangan, peristiwa tersebut tidak hanya menelan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga merusak ribuan unit rumah warga serta fasilitas publik.

Dalam keterangan resminya, Minggu, 16 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Manggarai mencatat bahwa jumlah korban jiwa hingga saat ini mencapai 23 orang meninggal dunia. Sementara itu, terdapat 31 warga yang mengalami luka berat serta 88 warga lainnya menderita luka ringan, di mana seluruh korban luka saat ini terus mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Dampak guncangan gempa bumi yang kuat ini turut memaksa sebanyak 2.818 jiwa mengungsi ke titik-titik aman dan pusat layanan kesehatan. Posko Bencana Gempa Flores BPBD Manggarai mengonfirmasi bahwa konsentrasi pengungsi terbesar berada di kawasan Barang Kolong, Golowoi Sita, dan Tengku Romot dengan total 2.500 jiwa.

Adapun sisanya tersebar di beberapa lokasi penampungan, yaitu RSUD Ruteng sebanyak 150 jiwa, halaman Kantor Camat Cibal sebanyak 80 jiwa, Puskesmas Reo sebanyak 63 jiwa, RS St. Rafael Cancar sebanyak 15 jiwa, serta Puskesmas Pagal yang menampung 10 jiwa.

Selain mengakibatkan jatuh korban dan memicu gelombang pengungsian, gempa bumi ini menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur fisik dengan total 2.019 unit bangunan terdampak. Pada sektor permukiman, terdapat 1.597 unit rumah masyarakat yang mengalami Rusak Berat, 263 unit Rusak Sedang, dan 123 unit Rusak Ringan, sehingga total rumah terdampak mencapai 1.983 unit.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel