Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Taat pada Kehendak Bapa
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
ALLAH adalah inisiator utama dan pertama panggilan dalam hidup manusia. Dari pihak kita manusia hanya sebuah jawaban yang dibutuhkan “atau ya atau tidak”, semuanya ada pada kehendak bebas kita. Allah memanggil kita dengan segala kebebasanNya pun juga menghargai kebebasan manusia untuk menanggapinya. Jawaban “sungguh aku datang untuk melakukan kehendakMu” (Ibr 10:9) kiranya menjadi sebuah jawaban yang lahir dari pengalaman kita akan kasih Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita. Artinya, tidak ada unsur pemaksaan kehendak dari pihak Allah bagi kita untuk menjawb dan melaksanakan kehendakNya.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Apapun panggilan hidup kita saat ini adalah sebuah jawaban YA atas panggilan Allah yang mana ALLAH telah jatuh cinta kepada kita dan mau menggunakan kita untuk menyatakan kehendak dan kemuliaanNya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






