Sendal Seribu, Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain

Ketegaran Hati
Pastor Riano Tagung, Pr Pastor Rekan Paroki Tanggar

Kita adalah para majus dari timur yang datang ke sini digerakkan oleh Roh Kudus, untuk melihat. Bukan sekadar melihat, untuk menyembah dan tak cukup menyembah tetapi memersembahkan persembahan yang berarti bagi YESUS. Apa yang kita bawa saat ini? Apakah ada sebuah kerinduan di dalam hati kita seperti kerinduan para majus untuk berjumpa dengan YESUS? Apakah kita sungguh mau datang untuk melihat dan menyembah YESUS? Di hati kita ini adakah cinta untuk YESUS yang kini lahir di sini, di Paroki Santu Yusuf Benteng Jawa ini?

Mari kita lihat diri kita dan bertanya: Bagaimanakah perjalanan iman saya? Apakah iman saya sedang berhenti atau bergerak? Jika kita ingin bertumbuh dalam iman, kita harus memulai dari awal.

Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih
Natal membuat kita sadar siapa kita. Natal menjadikan kita semua saudara, YESUS datang untuk semua orang, bukan hanya untuk satu dua orang, bukan hanya untuk pejabat, bukan hanya untuk mereka yang dipandang baik oleh manusia. Di sini, dalam sebuah kandang yang hina, kita pun menyadari bahwa Allah mengasihi kita bukan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan; bukan dari tempat tinggi tetapi dari dekat, tepatnya di dalam daging kita, karena di dalam maria, Sabda telah menjadi daging, karena Kristus terus memiliki hati daging yang berdetak untuk kita masing-masing.

Saat Para Majus memasuki kandang di Betlehem, mereka jalan menanggalkan segala jabatan kerajaan mereka. Datang dan menyembah. Hal yang sama juga mesti kita lakukan saat ini. Saat kita berjumpa dengan bayi YESUS, kita harus menanggalkan kesombongan kita, menanggalkan gengsi kita, menanggalkan kehebatan kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel