Ribuan Pengungsi dan Kelompok Rentan Butuh Perhatian
Tak hanya menelan puluhan korban jiwa, bencana ini juga memaksa ribuan warga bertahan di lokasi penampungan darurat. Hasil verifikasi tim lapangan mencatat sebanyak 1.725 Kepala Keluarga dengan total 5.799 jiwa kini menempati titik-titik posko pengungsian terpadu di Kecamatan Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Rii, dan Lelak. Angka ini merupakan pembaruan terverifikasi dari data awal pengungsi yang sempat menyentuh 12.563 jiwa.
Di antara ribuan pengungsi tersebut, terdapat 1.969 jiwa yang masuk dalam kategori kelompok rentan dan memerlukan pendampingan serta perhatian ekstra. Populasi rentan ini mencakup 35 ibu hamil, 243 ibu menyusui, 430 balita, 704 anak-anak, 472 lansia, serta 85 penyandang disabilitas yang kini harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas posko darurat.
Kerusakan Rumah dan Fasilitas Publik Meluas
Dampak fisik bencana juga merusak ribuan pemukiman warga serta fasilitas publik secara meluas di 12 kecamatan, yaitu Cibal Barat, Wae Rii, Satarmese Utara, Cibal, Reok Barat, Langke Rembong, Reok, Ruteng, Satarmese, Lelak, Rahong Utara, dan Satarmese Barat. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 22.940 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 8.500 unit rusak ringan, 6.806 unit rusak sedang, dan 7.634 unit mengalami rusak berat.
Sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat pun lumpuh akibat kerusakan fisik sarana prasarana. Berdasarkan pendataan Dinas PPO, sebanyak 362 fasilitas sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, hingga PKBM mengalami kerusakan, yang terdiri dari 63 unit rusak ringan, 139 unit rusak sedang, dan 160 unit rusak berat. Di saat yang sama, Dinas Kesehatan mencatat 186 unit fasilitas kesehatan turut terdampak kerusakan, meliputi 60 unit rusak ringan, 71 unit rusak sedang, dan 55 unit rusak berat yang tersebar di seluruh kecamatan terdampak.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











