Cepat, Lugas dan Berimbang

Sejarah Iduladha dan Amalan yang Bisa Dilakukan

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah, bertepatan dengan umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji sedang wukuf di Padang Arafah. Orang yang menjalankan puasa Arafah akan mendapat keistimewaan sesuai sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Abi Qatadah al-Anshari,

“Puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa (selama dua tahun), yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Adapun puasa ‘Asyura (10 Muharram) dapat menghapuskan dosa selama setahun yang telah lalu.” (HR Muslim).

3. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dikerjakan saat hari Tarwiyah pada 8 Zulhijah, yaitu ketika jemaah haji menyiapkan perbekalan untuk wukuf di Arafah. Dalil puasa Tarwiyah mengacu pada hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Anas bin Malik,

”Siapa saja yang berpuasa di hari Tarwiyah (8 Zulhijah), maka Allah akan memberikannya pahala seperti pahalanya kesabaran Nabi Ayub a.s. atas penyakit yang menimpanya.”

4. Mengumandangkan Takbir

Menghidupkan malam Iduladha dengan mengumandangkan takbir di masjid atau rumah dapat dilakukan mulai dari terbenamnya matahari, sampai imam naik mimbar untuk khutbah Iduladha.

5. Mandi, Memakai Wewangian, dan Mengenakan Pakaian Bagus

Mandi sebelum berangkat untuk salat Id boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh. Selain itu, dianjurkan juga memakai wewangian dan mengenakan pakaian terbaik. Tujuannya adalah agar muslim berada di kondisi bersih, segar, dan wangi saat hendak salat berjamaah.

6. Pergi ke Masjid dengan Berjalan Kaki

Nabi Muhammad saw. terbiasa berjalan kaki ketika berangkat menuju ke masjid atau tempat salat Id, kemudian mengambil jalur jalan pergi dan pulang yang berbeda. Hal ini dilakukan agar beliau bisa saling bertegur sapa dan bersalam-salaman sesama kaum muslim.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN