Saat keduanya telah berserah kepada Allah Swt., Nabi Ibrahim a.s. bersiap melaksanakan perintah-Nya itu. Ia membaringkan Ismail dengan bagian wajah yang menghadap ke tanah agar dirinya tak melihat wajah sang putra. Ketika Nabi Ibrahim mulai menghunuskan pisaunya untuk menyembelih Ismail, Allah Swt. segera menebus Ismail dengan seekor domba besar.
Peristiwa bersejarah ini kemudian diperingati sebagai Hari Raya Iduladha setiap tahunnya oleh umat Muslim di dunia dengan menyembelih hewan kurban, seperti domba, kambing, sapi, kerbau hingga unta. Daging hewan kurban ini kemudian dibagikan kepada keluarga, fakir miskin, tetangga, kerabat, serta masyarakat umum yang membutuhkan.
Selain berkurban, Iduladha juga merupakan puncak dari ibadah haji, yang merupakan rukun Islam kelima. Namun, untuk ibadah haji ini wajib dilakukan bagi yang mampu.
Iduladha mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi sekaligus, yang berasal dari perintah berkurban dan melaksanakan ibadah haji.
Amalan saat Iduladha
Terdapat amalan-amalan sunah yang bisa dikerjakan umat Islam dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Berikut di antaranya, dikutip dari NU Online.
1. Puasa Zulhijah
Puasa sunah Zulhijah dilaksanakan pada tanggal 1-9 Zulhijah. Khusus tanggal 8 dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 dinamakan puasa Arafah. Berpuasa di bulan Zulhijah memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana sabda Rasulullah saw., yang artinya:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatulqadar.” (HR At-Tirmidzi).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







